BRMP NTB Perkuat Kapasitas Petani Melalui Bimtek GAP Jagung dan Ayam KUB Dukung Kawasan Korporasi
Sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku utama pertanian dan peternakan, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penerapan Standar Budidaya Jagung dan Ternak Ayam Kampung Unggul (KUB) atau Good Agricultural Practices (GAP) Mendukung Kawasan Korporasi”. Bimtek yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025 di Kecamatan Praya ini penyuluh, petani, anggota koperasi, dan penangkar benih, sebagai langkah strategis membangun sinergi dan mempercepat penerapan standar budidaya guna mendukung pengembangan kawasan korporasi pertanian di Lombok Tengah.
Kepala BRMP NTB menegaskan bahwa kemandirian petani dalam memproduksi benih jagung menjadi kunci pemenuhan kebutuhan benih lokal, terlebih luas panen jagung di Kabupaten Lombok Tengah telah mencapai sekitar 14.000 hektare yang menjadi fondasi kuat pengembangan kawasan korporasi pertanian. Sejalan dengan itu, pada subsektor peternakan, peluang pasar ayam kampung di Lombok sangat menjanjikan, terutama untuk memenuhi permintaan kuliner, sehingga NTB diarahkan sebagai sentra hilirisasi peternakan ayam melalui pengembangan pabrik pakan dan pembinaan peternak guna menghasilkan produk yang berstandar, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Dalam arahannya, ia menyoroti masih lemahnya penerapan SOP dan standar budidaya di tingkat petani, antara lain pemupukan yang belum sesuai anjuran serta pengendalian hama dan penyakit yang belum mengikuti standar. Oleh karena itu, beliau berharap seluruh peserta mampu menerapkan praktik Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten dalam kegiatan bertani dan beternak, sehingga produk yang dihasilkan aman, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Materi bimbingan teknis disusun secara komprehensif dan aplikatif, meliputi standar budidaya ayam kampung sebagai upaya peningkatan produktivitas dan pendapatan peternak, standar budidaya jagung berbasis Good Agricultural Practices (GAP) untuk mendorong peningkatan hasil dan efisiensi usaha tani, serta strategi pengendalian hama dan penyakit tanaman jagung secara tepat dan berkelanjutan. Seluruh materi dirancang untuk memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan, sehingga mampu meningkatkan kinerja usaha tani dan peternakan sekaligus memperkuat daya saing petani dan peternak